Willows in morning fog
Foto Tejo

Pagelaran Geopark Night Specta#3 2018 terselenggara dengan meriah di Destinasi Wisata Geosite Ngingrong Mulo Gunungkidul. Banyak pengisi acara yang terdiri dari seniman musik modern, musik tradisional, penyanyi, orcestra, paduan suara, dan tarian tradisional. Opening Ceremony di buka dengan atraksi dengan naik flying fox menggunakan busana Gatot Kaca. Rasa Gunungkidul tetap di hadirkan dalam pagelaran Geopark Night Specta#3 2018 sebagai identitas daerah. Musik ritmis campursari yang merupakan musik asli Gunungkidul berpadu dengan elegan musik orcestra menambah cantik pagelaran specta.

Tamu undangan yang terdiri dari pejabat daerah, perwakilan kemenpar, jaringan geopark nasional, dan pokdarwis turut hadir dalam acara pagelaran yang diadakan rutin setiap tahun. Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos membuka acara dengan memberikan sambutannya. Dipilihnya destinasi Geosite Ngingring Mulo Gunungkidul sebagai lokasi acara, karena Ngingrong merupakan salah satu destinasi yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu destinasi Geopark. Harapan dengan adanya acara ini, agar masyarakat luas lebih mengenal destinasi Geosite Ngingrong sehingga kedepan akan banyak wisatawan yang berkunjung dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Malam Specta bertaburan bintang seni yang talentanya tidak diragukan lagu menyuguhkan pertunjukan apik untuk penonton. Sore hari dimulai dengan pertunjukan Festival Jemparingan, Tari Kreasu ( Palupi ), Gamelan Swaraswarga, Choir Saka Pariwisata, Gamelan Orcestra, Doyok Jaipong, Okky Kumalasari, Win Yovina Thopandi, Dimas Tejo, dan Didi  Kempot. Pertunjukan malam di tutup dengan duet Didi Kempot dan Dimas tejo membawakan lagu berjudul " Banyu Langit" yang pada beberapa bagian lagunya menceritakan salah satu destinasi wisata geopark yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran. Minggu pagi kegiatan dilanjutkan dengan senam masal dan dihibur oleh Kidung Etnosia dan Hasoe Angle.
 



29-10-2018 Dibaca 62 Kali